Jumat, 13 November 2009

TERNATE MELAWAN PORTUGIS

Dengan dukungan rayat Tidore dan Bacan,rakyat Ternate berhasil merebut dan membakar sebuah benteng markas tentara Portugis.Perlawanan rakyat Ternate ini dirintis dan dikobarkan oleh DAJALO.Dengan terbakarnya benteng Portugis maka Portugis meminta bantuan dari Malaka.Setelah bantuan pasukan Portugis datang barulah pasukan Portugis dapat meredakan perlawanan rakyat Ternate dan dapat berdamai atas desakan dan paksaan dari pimpinan pasukan Portugis yaitu Antonio Galvao.Dan untuk sementara pasukan Portugis dapat mempertahankan pengaruhnya di Maluku.
Perlawanan rakyat Ternate yang dirintis oleh Dajalo tadi dipimpin oleh Sultan Khairun,perlawanan itu dipicu oleh dua alasan yaitu:

1 . Monopoli perdagangan yang dijalankan Portugis membuat petani Ternate semakin menderita.
2 . Portugis telah ikut campur tangan dalam urusan pemerintahan Ternate,dengan menangkap raja Ternate sebelumnya yaitu Raja Tabariji.
Perdamaian antara Ternate dan Portugis baru terlaksana pada tanggal 27 Februari 1570.Namun sehari setelah perjanjian damai tersebut Sultan Ternate (Sultan Khairun) dibunuh secara licik dibenteng Portugis.Tindakan semena mena Portugis itu menyulut perlawanan rakyat Ternate untuk yang ketiga kalinya.Perlawanan kali ini dipimpin oleh Baabullah Daud syah.Ia mengerahkan armrda yang kuat yang dipimpin oleh Kalakindo untuk menyerang pertahanan Portugis.

Pada tahun 1575 Baabullah memerintahkan Portugis untuk pergi dan meninggalkan bentengnya di Ternate.
Dengan sangat terpaksa Portugispun meninggalkan Ternate dan pindah ke Timor Timur dan Flores.Sultan Said pengganti Baabullah pun tetap bertindak keras terhadap Portugis.Sejak saat itu Portugis tidak bisa lagi berpengaruh di Maluku.Selain penolakan rakyat Ternate pengaruh VOC telah hadir di Maluku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar